Cerita Horor Makhluk Halus yang Suka Mencuri Bayi yang Baru Saja Lahir
Kehadiran bayi sangat didambakan para orang tua. Karena itu, siapa yang tidak panik jika ada cerita horor tentang makhluk halus yang suka mencuri bayi yang baru saja dilahirkan.
Cerita horor itu dimulai tiga hari lalu, ketika Ibu baru saja melahirkan bayi, adikku.
Tidak di rumah sakit atau puskesmas, melainkan di rumah dengan dibantu oleh seorang bidan.
Kami sekeluarga tinggal di kampung yang memang jauh dari pusat-pusat pelayanan kesehatan.
Untung di kampung kami ada seorang bidan yang mumpuni. Kalau kepepet, juga ada dukun yang memang sudah dilatih untuk menangani persalinan secara aman dan higienis.
Selama tiga hari pula, ayah berjaga di depan rumah dengan api unggun yang ditaburi garam, kami menyebutnya tabunan.
Katanya untuk mengusir makhluk jahat yang suka mengincar bayi yang baru saja dilahirkan.
Percaya tak percaya, bayi hilang saat dilahirkan biasa terjadi di daerah saya. Karenanya, ketika berlangsung masa persalinan, pihak keluarga selalu berjaga-jaga.
Ayah juga sadar tentang hal itu, maka ia jarang tidur di tengah malam. Kadang sendirian, tapi sering ditemani satu dua orang tetangga. Tabunan memang harus dilakukan untuk kewaspadaan.
Karenanya, setiap malam dalam masa persalinan ibu, saya sering mendengar bunyi desisan api yang ditaburi garam oleh ayah. Kebetulan kamarku berada di bagian depan rumah.
Kadang-kadang garam ditabur ke atas genteng oleh ayah. Saya rajin membuatkan kopi untuk beliau agar tidak mengantuk.
Kali itu tiga hari sudah lewat, saya harus tidur dengan ibu, karena ayah sedang menemani bosnya ke luar kota, beberapa hari lamanya.
Paman diminta oleh ayah untuk tidur di rumahku. Malam itu ibu membangunkanku, mengatakan ia akan buang air. Aku mengangguk.
Lama sekali ibu di kamar mandi. Saat melihat keluar kamar, ibu sedang menuang air dari teko ke dalam gelas, membelakangiku. Rambut panjang kusutnya terurai sampai paha, gaun putihnya menyapu lantai, kulit tangannya terlihat transparan.
Tiba-tiba bulu kudukku merinding, Dia bukan ibu! Karena rambut ibu sebahu dan dikonde, tadi ibu memakai kaos usang dan sehelai kain larik, dan adik bayiku tiba-tiba menangis dengan sangat keras.