Cerita horor siswi gaib di ruang ujian 1, tercium bau bunga makam dari rambut Lia
Sebuah cerita horor siswi gaib di ruang ujian 1, tercium bau bunga dari rambut Lia.
Hari ini merupakan kali pertama Adam mengawas di ruang 13. Tampak dua puluh satu anak duduk di bangkunya masing-masing.
Ia akan memulai doa bersama, tetapi seorang siswi perempuan yang duduk paling belakang tiba-tiba berdiri.
“Pak saya izin ke belakang ya,” pinta anak tersebut.
Adam memersilakan dan memulai doa bersama sebelum ujian dimulai. Seusai berdoa ia membagikan naskah soal dan lembar jawaban kepada setiap siswa-siswi. Matanya seakan tertuju ke arah kursi belakang paling pojok.
“Lain kali kalau masuk ruang kelas ketuk pintu dahulu ya…” pinta Adam pada siswi perempuan tersebut.
Beberapa siswa-siswi memandangi Adam dan ada yang tertawa lirih seperti mengejek ucapannya. Ia merasa jengkel dengan suara-suara itu dan akhirnya memarahi mereka.
“Sudah diam! Segera kerjakan ujian itu!” tegas Adam pada seluruh siswa dan ruangan menjadi kembali hening.
Daftar hadir kemudian beredar. Setiap siswa menuliskan nama terang dan menandatanganinya sebagai bukti kehadiran. Adam akhirnya bisa duduk dan memantau ujian di meja pengawas.
Sebagai guru baru segera dipelajarinya keadaan ini dan begitu pula dengan karakter siswa di setiap ruangan agar tidak kehilangan sosok guru yang tegas.
“Wah belum apa-apa aku harus galak…” ucap Adam dalam hati dengan sesal.
Sambil menghela napas, Adam mulai membaca data nama yang telah tertulis di lembar daftar hadir. Adam teringat dengan siswi perempuan tersebut lantas segera melihat daftar hadir sesuai urutan tempat duduk.
Tertulis nama siswi perempuan tersebut pada urutan terakhir dengan nama depan Lia.
Beberapa waktu kemudian Adam menangkap keanehan dari wajah Lia. Karena siswi tersebut tampak murung dan pucat seperti kelelahan.
“Kalau sakit ke UKS dulu saja…” tawar Adam kepada Lia.
Siswi tersebut menggelengkan kepala. Rambutnya sedikit terkibas menerbangkan bau bunga yang tidak asing bagi Adam.
Seperti wewangian bunga makam. Awalnya hal tersebut tidak dipedulikan lantas kembali mengingatkan kepada Lia jika dirasa perlu dapat beristirahat di UKS.
Lia mengangguk dan mengerjakan ujiannya. Adam mencoba membalikkan badan untuk menuju kursi duduk.