Sekolah Dibangun di Atas Lahan Angker, Para Siswa pun Sering Mengalami Kejadian Aneh
Kumpulan cerita horor dan mistis, sekolah dibangun di atas lahan angker, hingga para siswa sering mengalami kejadian aneh.
Lima puluh empat tahun sudah SMP Sukamaju (nama sekolah disamarkan) berdiri.
Sekolah yang didirikan sejak tahun 1968 ini, memang dikenal angker oleh warga sekitar
Konon sekolah ini dibangun di atas tanah yang dulunya banyak ditumbuhi pohon seperti beringin, jati dan lain-lain.
Aura mistis sangat terasa kental ketika malam tiba. Khususnya di Lab biologi.
Meski dikenal angker, ada saja siswa yang tidak percaya dengan cerita-cerita tersebut.
Mereka adalah Rama, Riko, dan Arma (semua nama samaran). Walaupun mereka baru kelas 7, tapi mereka memang dikenal badung di kelasnya.
“Aku sih, tidak percaya. Masa iya ada hantunya. Gak mungkinlah. Aku sendirian saja berani,” ujar Riko.
“Aku juga tidak percaya, Tapi cerita mereka…” ujar Rama yang menoleh ke luar jendela.
Memang kelas mereka berseberangan dengan lab biologi.
“Halah, itu mungkin karangan mereka saja. Hmm, gini saja bagaimana kalau kita ngecek langsung lab setelah pulang sekolah? Kamu takut ya?” ajak Riko.
“Boleh juga tuh, aku tidak takut. Nanti setelah sekolah agak sepi kita ke sana,” sahut Arma.
Pukul 14.00, bel pulang sekolah berbunyi.
Mereka langsung menuju ke lab biologi. Mereka masuk tanpa ada orang yang tahu.
Tanpa rasa takut, mereka mengacak-acak lab.
Meja dan kursi ditendangi hingga pindah tempat, kursi dijungkirbalikkan, mikroskop dirusak, dan kerangka dicopoti bagian tubuhnya.
“Mana hantunya? Keluar sini, gua gak takut. Tunjukin wujud lo. Mesti lo takut sama kita pasti ha ha ha,” ujar Riko sembari tertawa.
Mikroskop beterbangan. Lampu mati-menyala dan kerangka manusia yang dicopoti, menyatu kembali.
Kerangka jerangkong lantas mendekati mereka seraya berkata,
“Jangan macam-macam pada penghuni di sini. Kalian harus sopan!”
Setelah itu muncul kepulan asap yang kemudian berubah menjadi makhluk tinggi menyeramkan bertaring panjang.
Tak ayal ketiga pelajar yang sok jagoan itu pingsan dan baru ditemukan oleh penjaga sekolah sekitar pukul 17.00. (Seperti dikisahkan Septaberlianto di Koran Merapi) *